KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

24 Agustus 2022

APA DAN SIAPA PANGERAN STICHTING YANG MEMBANGUN LINGGA DI SUMEDANG?

MONUMEN Lingga di tengah Alun-Alun Kabupaten Sumedang memiliki makna tersendiri bagi rakyat sumedang. Bahkan telah lama ditetapkan menjadi lambang resmi kabupaten yang dikenal sebagai "Kota Tahu" itu. .

Monumen lingga dibangun oleh Pangeran Stichting, dan didedikasikan untuk Pangeran Aria Soeria Atmadja atas jasa-jasanya.

Nah, banyak yang mengira Pangeran Stichting itu adalah seorang bangsawan dari Negeri Belanda. Bahkan masih ada urang sumedang sendiri, yang menyebutnya Pangeran Sicing, mirip nama seorang China.

LINGA di Alun-alun Sumedang, Dok Pribadi

Pangeran Aria Soeria Atmadjaatau "Pangeran Mekah",  juga mempunyai gelar sebagai "Pangeran Panungtung". itu karena Soeria Atmadja adalah Bupati Sumedang terakhir yang berhak memakai gelar "pangeran", gelar bagi raja-raja sumedanglarang.

Beliau memerintah di Sumedang Regenschap sejak 31 januari 1883 – 5 mei 1919. Konon, beliau wafat di Mekah saat melaksanakan ibadah haji pada 1 juni 1921.

Di tangan Pangeran Panungtung itulah Sumedang Regenschap berkembang pesat. Banyak program inovatif yang digagas dan dijalankan oleh Soeria Atmadja di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Salah satu inovasinya adalah sistem terasering yang digunakan untuk membuka lahan sawah dan pertanian di dataran tinggi. Maka tentu saja, bukan hanya rakyat sumedang yang menjadi lebih sejahtera. pemerintah kolonial Hindia Belanda pun diuntungkan.

Atas jasa-jasanya yang besar itulah sejumlah elit pemerintah kolonial, keluarga besar menak sumedang, perwakilan swasta, dan perwakilan warga,  kemudian berhimpun membentuk semacam kepanitiaan untuk membangun sebuah monumen sebagai "pangeling-ngeling" atau  "mengenang" keberadaan Pangeran Aria Soeria Atmadja. Lembaga kepanitian itulah yang kemudian disebut sebagai "Pangeran Stichting" dan keberadaanya direstui oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dr. Dirk Fock.

Dalam arsip koran "Preanger Bode" disebutkan, "Pangeran Stichting" adalah  "de vereeniging ter herdenking van de nagedachtenis van pangeran aria soeria atmdjada (perkumpulan yang dibentuk untuk memperingati kenangan atau mengenang jasa-jasa Pangeran Aria Soeria Atmadja)

Mereka terdiri dari; AJH. Eijken, Residen Priangan sebagai ketua, CA. De Munnick, Asisten Residen Sumedang sebagai sekretaris, dan I de Vries, pengurus Soemedangrische Afdeelingsbank, sebagai bendahara.

Lalu anggota-anggotanya terdiri dari, Tumendang kusumadilaga, Bupati Sumedang; Raden Adipati Wiratanoeningrat, Bupati Tasikmalaya; AJN Engelenberg, anggota volksraad; HCH de Bie, inspektur pendidikan; Dr. HJ van der Schroeff, seorang dokter Bangsa Belanda; AE Reijnst, ketua perkebunan di Sukabumi; Raden Kartakusuma, Wedana Tanjungsari; Mas Hadji Abdulmanan, Penghulu Tandjongsari, Raden Sadikin, guru pertanian pribumi; Sumadiria, petani/peternak, dari kalangan warga biasa, dan Tanumanggala, partikulir atau pengusaha pribumi

Empat belas nama itu pula yang tercantum dalam dokumen piagam peresmian monumen lingga tersebut.

Untuk melaksanakan rencana proyek tersebut,  Pangeran Stichting  kemudian membentuk semacam tim pelaksana.  Koran "Preanger Bode" menuliskan, tim ini melibatkan lima orang, yakni; 1) Raden Adipati Aria Martanegara, mantan Bupati Bandoeng, 2) JZ van Dijck, mantan guru di garoet, yang diminta oleh Pangeran Stichting untuk merancang desain monumen yang akan dibangun, 3) Ir. WH Elsman, seorang insinyur sipil yang ditugasi penyusunan anggaran sesuai desain  yang dibuat oleh Van Dijck, 4) Ir. H Buijs, insinyur dari de Techniche Hoogeschool te Bandung (atau ITB sekarang), yang ditugasi sebagai pimpinan pelaksana pembangunan monumen, dan 5) dr. C. Kunst, seorang biologist (dokter heewan) dari unsur pemerintah kolonial yang bertanggungjawab atas rancangan model padang rumput di sekitar lingga.

Pangeran Stichting kemudian menggalang dana dari berbagai pihak untuk merealisasikan rencana pembangunan monumen. Koran  "Preanger Bode" edisi 16 januari 1922  melaporkan, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 31.000 gulden.

Dilaporkan, dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggotanya, Pangeran Stichting kemudian memutuskan pengalokasian dana tersebut sebagai berikut; 7.000 gulden untuk pembangunan fisik monumen; 5.100 gulden untuk pembangunan taman sekitar monumen (atau alun-alun sumedang); dan 18.000 gulden kemudian didepositokan di Soemedangrische Afdeelingsbank.

Monumen yang kemudian dikenal sebagai Lingga itu akhirnya berhasil dibangun dalam waktu sekitar tiga bulan. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Drik Fock datang langsung ke Sumedang dan meresmikan Lingga pada hari Selasa, tanggal 25 april 1922.

Bagian dasar bangunan ini berbentuk bujur sangkar dan dilengkapi dengan sejumlah anak tangga serta pagar disetiap sisinya. Bangunan utamanya semacam kubus yang nampak melengkung di setiap sudut bagian atasnya. Lalu, puncaknya berbentuk kubah setengah lingkaran. Kubah lingga ini konon dapat dibuka dan menjadi akses pengambilan barang-barang yang tersimpan di dalamnya.

Pada tahun 1971, Lingga tersebut dipugar. Pahatan marmer yang bertuliskan bahasa belanda, diganti. Titimangsa pemugaran dapat dilihat terpahat dalam sebuah batu kecil di pojok bagian timur Lingga.

Sebagai catatan, dari keempat belas nama yang terlibat dalam Pangeran Stichting itu, ada nama Raden Sadikin, guru pertanian pribumi.

Beliau adalah ayahanda dari Dr. Hasan Sadikin, tokoh dan perintis Rumah Sakit Rancabadak Bandung (kini dikenal sebagai Rumah Sakit Hasan Sadikin).

Dan Raden Sadikin pun adalah ayahanda dari Letjen Marinir (purn) Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta pertama di Era Orde Baru, yang populer sebagai "Bapak Pembangunan-nya" Jakarta.  (*)

Share:

25 Februari 2022

RANGGA AMIRULLAH MUSLIM SERUKAN KADER KOSGORO 57 SUMEDANG BERJIBAKU MENANGKAN ACE HASAN

GELAGAT.ID - Jelang musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Golkar Jawa Barat, Ketua Terpilih PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Sumedang, Dr (C) Rangga Amirullah Muslim, S.Ap,M.H menegaskan, PDK Kosgoro 57 Sumedang solid mendukung Ace Hasan sebagai Ketua Definitif DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

“Kosgoro 1957 Kabupaten Sumedang dengan semangat yang baru dan kepengurusan yang baru dengan tegas meyakini Ace Hasan sangat berdampak positif dengan kepempinan beliau, itu yang kami rasakan di daerah ketika kepempinan beliau ” Kata Rangga, Selasa (22/02/2022).

Ketua Terpilih PDK Kosgoro Sumedang, Rangga Amirullah Muslim

Karenanya, Rangga menyerukan kepada seluruh kader Kosgoro 1957 Sumedang berperan dan berjibaku memperjuangkan serta mengawal kemenangan Ace Hasan kedepan.

"Saya serukan kepada seluruh struktur dan segenap jaringan organisasi Kosgoro 1957 khususnya Kabupaten Sumedang mengawal dan memperjuangkan Ace Hasan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat pada Musdalub nanti," tandas pria yang akrab dipanggil Kang Rangga ini.

Sementara itu, sebagai komponen dan fungsionaris DPD Partai Golkar Sumedang  Kang Rangga pun mendesak DPD Partai Golkar Sumedang untuk mendukung sosok Ace Hasan memimpin Partai Golkar Jawa Barat.

"Tidak ada lagi tawar menawar mengenai Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat. Harus sosok Ace Hasan. Kami akan mengawal sesuai dengan intruksi PPK Kosgoro 1957 & PDK Kogosoro 1957 Provinsi Jawa Barat," tegasnya.

Rangga pun meyakini, di bawah kepemimpinan Ace Hasan, Partai Golkar Jawa Barat akan lebih sigap melakukan konsolidasi, menata dan menyiapkan instrumen menghadapi Pemilu 2024. (*/gelagat.id)



 

Share:

27 Januari 2022

DIREKTUR EKSEKUTIF POLDATA INDONESIA RILIS PARA TOKOH POPULER UNTUK PILKADA JABAR 2024

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 masih dua tahun lagi. Namun sejumlah lembaga survey mulai bergerak menyerap dan memetakan isu serta aspirasi warga Jawa Barat terkait figur calon gubernur di Pilkada 2024.  Salah satunya adalah Poldata Indonesia Consultant.

Saat ditanya wartawan, Kamis (27/01/2022), Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman mengatakan, dari hasil survey mutakhir yang dilakukan lembaganya, muncul sejumlah nama tokoh yang dianggap layak memimpin Jawa Barat ke depan. Antara lain, M. Iriawan, figur Ketua Umum PSSI saat ini, yang akrab dipanggil "Iwan Bule".

Ketum PSSI M. Iriawan atau Iwan Bule
(sumber:net)
"Dari hasil analisis data yang kami peroleh, nama M. Iriawan atau Pak Iwan Bule adalah salah satu yang cenderung populer dan punya peluang untuk memimpin Jawa Barat ke depan," ujar Fajar.

Sosok Iwan Bule, kata Fajar, memang cukup dikenal sebelumnya. Tahun 2018 Iwan Bule pernah duduk sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat. Kemudian Jenderal Polisi bintang tiga ini pun, tahun 2013  pernah menjadi Kapolda Jawa Barat.

Selain nama Iwan Bule, lanjut Fajar, ada juga nama Eddy Soeparno, politisi PAN yang kini tercatat sebagai anggota DPR-RI. Selain sebagai politisi, sosok Eddy juga dikenal sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Inggris dan Eropa Barat.

Selanjutnya dijelaskan Fajar, ada pula nama Mulyadi, politisi asal Partai Gerinda. Menurut Fajar, jika Partai Gerindra masih menilai Mulyadi sebagai  kadernya yang pas untuk posisi Jabar 1, maka ia punya peluang untuk itu.

Sementara nama-nama lain yang sudah cukup dikenal publik yang juga muncul dalam survey dan pemetaan yang digelar Poldata Indonesia, kata Fajar, yakni  Celica, Dedi Mulyadi, Bima Arya, Desi Ratnasari,Diah Pitaloka, Farhan, termasuk Atalia PR, Istri dari Gubernur Jawa Barat saat ini.

Namun Fajar menggarisbawahi bahwa peluang tersebut pada akhirnya kembali kepada pertimbangan dan sikap para tokoh itu sendiri, apakah mau atau tidak menerima permintaan masyarakat Jawa Barat untuk maju sebagai calon dalam Pilkada Jawa Barat.

Hasil survey itu, dijelaskan Fajar, masih bisa berubah tergantung sejumlah faktor yaitu political will para tokoh, rasionalitas pemilih, tingkat kepuasan publik serta afiliasi politik

 “Nanti tinggal kita tunggu saja dari tokoh-tokoh di atas. Kita lihat saja ke depan apakah ada pergerakan untuk meningkatkan popularitas mereka di mata masyarakat Jawa Barat," pungkasnya. (*)

 

Share:

24 Januari 2022

TRUK HAJAR EMPAT KENDARAAN, DUA ORANG ALAMI LUKA BERAT

GELAGAT.ID - Tabrakan beruntun yang melibatkan truk kembali terjadi. Kali ini di Jalur Bandung-Garut, tepatnya di Kawasan Industri Cimanggung Sumedang, Jawa Barat, depan PT Kewalram,  Senin (24/01/2022) selepas magrib, sekitar pukul 18.30.

Mobil Ayla yang jadi korban tabrakan beruntun
di Jalan Bandung-Garut, Senin (24/01/2022)

Asep Komarudin, salah seorang korban yang selamat, mengatakan kejadian yang dialaminya begitu cepat.  Kepada wartawan dia menuturkan, saat itu sebuah kendaraan Truk bernomor polisi D 8154 V yang meluncur dari arah Garut menuju Bandung tiba-tiba mengalami oleng melewati pembatas jalan, dan berpindah jalur jalan yang berlawanan arah.

Akibatnya, truk yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu menghantamp sebuah mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi D 1283 AGZ , dan sebuah mobil Pick Up Z 8625 DT. Selain itu truk juga menghantam dua sepeda motor, yakni Honda Honda Revo bernopol  Z 3378 BA, dan Sepeda Motor Honda Supra Fit yang hingga berita ini diturunkan belum teridentifikasi nopol nya, karena terjepit badan truk.

Kanit 1 Polsek Cimanggung Iptu Jumamonto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Dua orang korban yakni pengendara sepeda motor mengalamai luka berat di bagian kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit AMC Cileunyi. Sementara pengendara dan penumpang mobil mengalami luka ringan.

Selain itu, arus lalu lintas sempat tersendat saat petugas mengevakuasi para korban serta kendaraaan yang terlibat laka lantas tersebut. (*/gelagat.id)

Share:

24 Desember 2021

HARI PERTAMA OPERASI LILIN LODAYA 2021 KAPOLRES CEK KESIAPAN TOL CILEUNYI-RANCAKALONG DAN SEJUMLAH POSPAM

GELAGAT.ID –  Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Sumedang makin meningkatkan fokus pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kapoles Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dan Wakapolres Sumedang Kompol Asep Agustoni, pada hari Jumat (24/12/21) turun langsung melakukan pengecekan jalan Tol  Cisundawu dan sejumlah Pos Pengamaman (Pos Pam) di wilayah hukum Kabupaten Sumedang.

Pospam yang dicek antara lain Pos Pamulihan, Pos Sukatali, Pos Tanjungsari, dan Pos Jatinangor.

"Situasi hingga saat ini,  di hari pertama Operasi Lilin Lodaya 2021, di wilayah hukum Polres Sumedang arus lalin dan situasi kamtibmas masih kondusif dan belum ada lonjakan yang signifikan," terang Kapolres.

Kapoles Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengecek
kesiapan Tol Cisumdawu Seksi Cileunyi-Rancakalaong 

Terkait penggunaan Tol Cisumdawu, Kapolres menuturkan, di sektor Cileunyi menjelang nataru masih ada beberapa  hal terkait yang dilakukan hingga tanggal 28 Desember 2021.

"Namun untuk exit di Rancakalong infrastruktur sudah boleh dipasang kemungkinan juga bisa digunakan apabila setelah dicek lagi arus lalu lintas padat," tandasnya.

Namun, lanjut Kapolres, semua pengendara diimbau waspada dan berhati-hati apabila menggunakan tol seksi Cileunyi-Rancakalong.

"Karena tol ini belum selesai masih banyak material jalan yang mungkin bisa mengganggu perjalanan," imbau kapolres (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

Share:

RIDWAN KAMIL: BANGKITLAH ANAK-ANAK MUDA SUMEDANG !

GELAGAT.ID - Kaum Muda Sumedang sebenarnya hebat-hebat. Namun selama ini banyak di antara mereka yang merasa semangatnya terkebiri  oleh sulitnya mendapatkan fasilitas untuk berkreasi.

Namun di penghujung 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil "menyuntik" generasi muda Sumedang untuk bangkit.  Saat meninjau langsung progres pembangunan Gedung Creative Centre Sumedang, Kamis (23/12/21) siang, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap generasi muda Sumedang benar-benar memanfaatkan Creative Centre tersebut.

"Bangkitlah anak-anak muda Sumedang, jangan ke Bandung terus, kan orang Sumedang hebat-hebat, tapi kalau tidak difasilitasi tidak terlihat kehebatannya. Sekarang dikasih gedung istimewa Creative Center ini," tegasnya.

Gedung Creative Centre Sumedang di seputar Bundaran Binokasih

Pembangunan gedung ini, kata gubernur, menghabiskan anggaran Rp 20 milyar. Dengan fasilitas gedung yang representatif ini, kata Emil, anak muda Sumedang diharapkan bisa mengeluarkan inovasinya.

"Sebentar lagi akan selesai pengerjaannya. Tolong anak muda Sumedang aktifkan, ramaikan, lahirkan inovasi kreasi, sehingga ekonomi kreatif anak muda Sumedang luar biasa," ucapnya. (*/gelagat.id)

Share:

22 Desember 2021

LONGSOR MENJADI SEBAB TERTUNDANYA PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU

GELAGAT.ID - Staf Ahli Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi  Nicky E. Kosasih mengatakan kepada wartawan, kendala terbesar yang sekarang dihadapi adalah terjadinya longsor di wilayah Desa Sirnamulya dan Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara.  Itu sebabnya, kenapa pembukaan Jalan Tol Cisumdawu kembali dimundurkan.

"Sekarang kami masih terus mencoba untuk mengatasi, karena memang longsoran menjadi kendala terbesar kami saat ini. Jadi kami butuh beberapa penyesuaian terkait konstruksi dan yang lainnya," sebut Nicky.

Salah satu titik lokasi Proyek Tol Cisumdawu di Sumedang

Karena itu, lanjut Nicky, rencana pembukaan Tol menjelang Nataru dapdipastikan sulit untuk dilakukan. 

BACA JUGA:

TIGA MEGAPROYEK YANG MENGUBAH SUMEDANG

TOL CISUMDAWU BATAL DIBUKA AKHIR TAHUN 2021


"Karena longsoran tadi dan terkendala cuaca sepertinya sulit bagi kami agar tol dapat segera digunakan di akhir tahun ini," terang Nicky.

Nicky menambahkan, progres pembangunan untuk Seksi 1, 2, dan 3 sudah mencapai 98 persen  Sedangkan untuk Seksi 4, 5, dan 6 masih bervariasi. 

"Kami juga menargetkan pembukaan (Tol) di bulan April 2022. Kami berharap sebelum lebaran kita sudah bisa membuka jalan Tol Cisumdawu," jelas Nicky. (*/gelagat.id)

Share:

TOL CISUMDAWU BATAL DIBUKA AKHIR TAHUN 2021

GELAGAT.ID - Pembukaan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang sebelumnya digadang-gadang akan dimulai pada akhir Desember 2021, akhirnya kembali batal.  Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memastikan hal tersebut.

" Saat ini masih dikaji secara teknis di lapangan oleh Dirjen Binamarga dan pihak terkait. Nanti akan ada penyampaian secara khusus kepada publik.," kata Dony kepada wartawan usai melakukan Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Senin (20/12) petang.

Bupati Dony menerangkan, ada beberapa poin yang telah diputuskan dalam pertemuan tersebut. Antara lain percepatan beberapa lahan yang belum selesai dibebaskan. Termasuk tanah kas desa dan tanah wakaf. 

"Tidak hanya itu, persoalan longsoran yang ada di daerah Sirnamulya dan Mulyasari akan cepat kita atasi. Serta beberapa hal yang berkaitan dengan hukum pun, pihak pengadilan dan kejaksaan siap mengakselerasi dan mengatasi sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya.

Pintu Terowongan di Jalan Tol Cisumdawu

Kendati demikian, dalam hal ini Pemkab Sumedang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan zalim kepada masyarakat selama proses penyelesaian jalan Tol Cisumdawu tersebut. 

BACA JUGA:

LONGSOR JADI SEBAB TERTUNDANYA PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU

"Kita inginkan agar cepat selesai dan sukses tanpa ekses, karena jika tol ini berjalan berarti aksesibilitas akan semakin mudah. Selain itu, pergerakan orang dan barang akan semakin mudah yang tentunya akan menggerakkan ekonomi. Jadi pemerintah berkewajiban untuk meng-akselerasi," imbuh Dony.

Oleh karena itu, yang terpenting pihaknya masyarakat mendapatkan hak ganti untung dari proyek strategis nasional tersebut. 

"Adapun jika ada persoalan yang masih mengemuka, kita atasi dengan duduk bersama. Bahkan terakhir ada permasalahan terkait Tahun 2010 akan kita jelaskan terkait adanya perbedaan aturan dengan Undang-undang Tahun 2012," katanya. (*/gelagat.id)

Share: