KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

20 Februari 2022

MERACIK PIKIR DAN RASA (SERI 3): AL-MALIK -- MAHARAJA

ALLAH Swt. Maharaja, raja diraja, raja dari segala raja. Demikianlah asmaul husna ketiga: Al-Malik.

Kata malik merupakan derivasi dari malaka-yamliku-mulkan yang terdiri dari tiga bentukan fonem /m/, /l/, dan /k/. Arti dasarnya sudah diserap kedalam bahasa Indonesia sendiri menjadi memiliki---terjemahan yang fonemnya tak jauh dari kata asal.



Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan milik sebagai kepunyaan; hak. Sementara raja didefinisikan sebagai penguasa tertinggi pada suatu kerajaan.

Al-Qur’an sebagai sumber pengambilan asmaul husna sendiri menyebutkan malik dua belas kali. Tujuh ayat merujuk malik kepada manusia, misalnya dalam ayat-ayat berikut:

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu. (QS Al-Kahf [18]: 79)

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 247)

Dan di lima ayat, malik merujuk kepada Allah Swt. seraya memberi penegasan bahwa dialah malik yang sebenarnya:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا 

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Thaha [20]: 114)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ 

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hasyr [59]: 23).

 

***

Anak bungsu saya sekarang usianya dua tahun. Akhir-akhir ini secara instingtif, dia tengah belajar tentang kepemilikan. Contoh kasus, awalnya dia tidak merespons apa pun kalau mainannya dimainkan oleh kakaknya. Sekarang dia mulai protes, “Dede! Dede!” Mungkin maksudnya, “Aa, ini punya Dede! Jangan dimainin!” Demikianlah terjadi dalam banyak kasus.

Rupanya dalam psikologi perkembangan anak, hal itu memang bagian dari proses normal pertumbuhan anak. Dan, jika arahan orangtua atas proses alamiah ini salah, walhasil sikap yang terbentuk di anak bakal menjadi pelit dan serakah. Lantas, kenapa Allah memberi manusia rasa akan kepemilikan sedemikian rupa sehingga tanpa arahan yang benar, menjadi benih-benih keserakahan? Ataukah ini bagian dari upaya Allah memberi pengajaran kepada manusia untuk bisa memahami-Nya, termasuk memahami tentang kepemilikan Allah terhadap langit dan bumi beserta segala isinya? Kepemilikan Allah terhadap manusia sendiri?

Saya teringat akan ungkapan seorang ulama sufi, Yahya bin Muadz Ar-Razi:

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”

Mengenal diri sendiri: karakter, pola, hal-hal naluriah sebagai manusia, merupakan upaya untuk mengenal Tuhan, termasuk tentang kepemilikan. Memiliki sesuatu adalah membentuk ikatan terhadap sesuatu itu. Jika ikatan itu disadari sebagai ikatan yang tak abadi, maka tak mungkin muncul sikap pelit dan serakah. Jika ikatan itu disadari sebagai ikatan pemberian, ikatan yang diamanahkan, maka kenapa harus meratapi saat ikatan itu diambil oleh si empunya?

Sertifikasi kepemilikan bumi. Tiba-tiba saya teringat frasa ini. Tanah dan bumi ini milik siapa? Mengapa dunia dan manusia menjadi seruwet ini jadinya?

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ 

Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan. (QS Maryam [19]: 40)

 

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ 

Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (QS Al-Anbiya’ [21]: 105)

 

Pertanyaannya, sesaleh apa kita sehingga berhak menjadi ahli waris Al-Malik?

Share:

09 Februari 2022

ALI SADIKIN "SI MAUNG CANGKUDU"

 

PADA TAHUN 2010, Bupati Sumedang saat itu Dr. H. Don Murdono  didukung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengusulkan Raden Ali Sadikin, atau orang Jakarta memangilnya Bang Ali Sadikin, sebagai  Pahlawan Nasional.  Tayangan ini adalah sekelumit kisah Ali Sadikin putra Sumedang, "Sang Maung Cangkudu" , yang berhasil menyulap Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Kota Metropolitan modern di jamannya.

*

Urang Sumedang yang gagah, tampan, dan cerdas itu adalah Ali Sadikin, "Si Maung Cangkudu". Ia menyulap Jakarta yang karut marut, menjadi  kota metropolitan moderen, dalam kurun waktu lebih kurang sebelas tahun masa kepemimpinannya sebagai GUbernur DKI Jakarta.

Ali Sadikin saat muda
Sumber: National Film Board Canada, 1971

Pasca negara dilanda huru hara 30 September 1965, di akhir senja kekuasaannya,  Bung Karno membuat satu keputusan cerdas:menunjuk dan melantik Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 28 Juli 1966 di Istana Negara.

Dalam benak Bung Karno:  Ali Sadidin yang dia sebuat sebagai si Kopig atau si Keras Kepala, adalah figur yang cocok untuk membangun kembali jakarta. Tak tanggung, Ia menduetkan Ali Sadikin dengan RHA. Wiriadinata, sebagai Wakil Gubernur DKI, yang juga Urang Sumedang.

Dengan kata lain, Duet Urang Sumedang itulah yang memimpin Kebangkitan Jakarta sebagai ibukota negara pasca Tragedi 1965.

Teman-teman,

Setelah Soekarno jatuh dari kursi kepresidenan, nasib politis yang harus diterima oleh para pejabat tinggi sipil maupun militer yang terkait dengan orde lama, atau yang dilantik Bung Karno adalah disingkirkan. Masuk penjara atau diasingkan ke luar negeri menjadi duta besar atau menjadi kaum pelarian yang terlunta-lunta jauh dari tanah air.

Tapi Ali Sadikin tidak. Mungkin karena beliau berlatar belakang militer KKO, bukan Angkatan Darat. Atau mungkin karena di mata Soeharto, sang pemimpin besar Orde Baru itu, Ali Sadikin secara politis relatif independen, dan masih dibutuhkan untuk menjaga masa transisi kekuasaan era Orde Lama menuju Orde Baru. Maka jadilah ALi Sadikin seorang Sunda, sebagai minoritas di tengah-tengah gerbong Soeharto yang berlatar Jawa. Tapi ulah salah, Hiji Oge Maung !

Ya...Ali Sadikin berjuluk Maung itu lahir di lingkungan Cangkudu, sebuah kawasan sejuk sebelah barat alun-alun Kota Sumedang, yang berlatar Gunung Palasari, dan rimbun oleh pepohonan Benteng Gunung Koenjti .

Rumah Keluarga Raden Sadikin itu berada di Jalan Raden Suyud, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.

Raden Sadikin adalah seorang Guru Sekolah Pertanian yang didirikan oleh Pangeran Soeria Atmadja. Dia memiliki lima anak. Anak pertamanya, seorang dokter, bernama Hasan Sadikin, yang kemudian kita tahu diabadikan menjadi nama rumah sakit nomor satu di Jawa Barat ini.

Dan Ali Sadikin adalah Putra Ketiga Raden Sadikin, lahir di Sumedang 7 Juli 1927. Ia menghabiskan masa kecil nya di Sumedang. Bersekolah di SD Jonggol (yang sekarang menjad SD Negeri Sukaraja) lalu berlanjut ke SMP Negeri 1 Sumedang.

"Ketika masih kecil sudah dikenal dengan sebutan Maung Cangkudu. Sifat tegas dan kepemimpinan sudah terlihat sejak kecil," kenang Umu Salamah atau Rd Ayu Salamah Gilang Purnama, teman sepermainan Ali Sadikin saat diwawancarai oleh wartawan, pada tahun 2010.

Di masa pendudukan Jepang, ALi Sadikin masuk Sekolah Tinggi Pelayaran di Semarang. Pasca Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Ali segera bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat bagian Laut, yang menjadi cikal bakal TNI Angkatan Laut. Kemudian ia dikirim ke Tegal, membentuk basis pangkalan TNI AL dan Korps Marinir pertama.

Satu cerita yang menunjukkan keberaniannya dalam bertempur melawan agresi militer Belanda adalah ketika dia dengan gagah berani, berlari ke garis depan sambil memberondongkan peluru dari sten gun-nya. Kawan-kawan seperjuangan Ali menyebut hal itu sebagai "Gaya Holywood" dalam bertermpur.

Selanjutnya, di masa orde lama, tahun 1963 hingga 1966, Ali menduduki jabatan Menteri Perhubungan Laut sekaligus Menteri Koordinator Urusan  Maritim. Sampai kemudian tanggal 28 Juli 1966 Presiden Soekarno melantiknya sebagai Gubernur Jakarta. Pada momentum inilah Kepemimpinan Ali Sadikin Si Maung Cangkudu itu, benar-benar teruji, dan nyata terbukti.  (*/gelagat.id)

Share:

27 Januari 2022

DIREKTUR EKSEKUTIF POLDATA INDONESIA RILIS PARA TOKOH POPULER UNTUK PILKADA JABAR 2024

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 masih dua tahun lagi. Namun sejumlah lembaga survey mulai bergerak menyerap dan memetakan isu serta aspirasi warga Jawa Barat terkait figur calon gubernur di Pilkada 2024.  Salah satunya adalah Poldata Indonesia Consultant.

Saat ditanya wartawan, Kamis (27/01/2022), Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman mengatakan, dari hasil survey mutakhir yang dilakukan lembaganya, muncul sejumlah nama tokoh yang dianggap layak memimpin Jawa Barat ke depan. Antara lain, M. Iriawan, figur Ketua Umum PSSI saat ini, yang akrab dipanggil "Iwan Bule".

Ketum PSSI M. Iriawan atau Iwan Bule
(sumber:net)
"Dari hasil analisis data yang kami peroleh, nama M. Iriawan atau Pak Iwan Bule adalah salah satu yang cenderung populer dan punya peluang untuk memimpin Jawa Barat ke depan," ujar Fajar.

Sosok Iwan Bule, kata Fajar, memang cukup dikenal sebelumnya. Tahun 2018 Iwan Bule pernah duduk sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat. Kemudian Jenderal Polisi bintang tiga ini pun, tahun 2013  pernah menjadi Kapolda Jawa Barat.

Selain nama Iwan Bule, lanjut Fajar, ada juga nama Eddy Soeparno, politisi PAN yang kini tercatat sebagai anggota DPR-RI. Selain sebagai politisi, sosok Eddy juga dikenal sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Inggris dan Eropa Barat.

Selanjutnya dijelaskan Fajar, ada pula nama Mulyadi, politisi asal Partai Gerinda. Menurut Fajar, jika Partai Gerindra masih menilai Mulyadi sebagai  kadernya yang pas untuk posisi Jabar 1, maka ia punya peluang untuk itu.

Sementara nama-nama lain yang sudah cukup dikenal publik yang juga muncul dalam survey dan pemetaan yang digelar Poldata Indonesia, kata Fajar, yakni  Celica, Dedi Mulyadi, Bima Arya, Desi Ratnasari,Diah Pitaloka, Farhan, termasuk Atalia PR, Istri dari Gubernur Jawa Barat saat ini.

Namun Fajar menggarisbawahi bahwa peluang tersebut pada akhirnya kembali kepada pertimbangan dan sikap para tokoh itu sendiri, apakah mau atau tidak menerima permintaan masyarakat Jawa Barat untuk maju sebagai calon dalam Pilkada Jawa Barat.

Hasil survey itu, dijelaskan Fajar, masih bisa berubah tergantung sejumlah faktor yaitu political will para tokoh, rasionalitas pemilih, tingkat kepuasan publik serta afiliasi politik

 “Nanti tinggal kita tunggu saja dari tokoh-tokoh di atas. Kita lihat saja ke depan apakah ada pergerakan untuk meningkatkan popularitas mereka di mata masyarakat Jawa Barat," pungkasnya. (*)

 

Share:

24 Januari 2022

TRUK HAJAR EMPAT KENDARAAN, DUA ORANG ALAMI LUKA BERAT

GELAGAT.ID - Tabrakan beruntun yang melibatkan truk kembali terjadi. Kali ini di Jalur Bandung-Garut, tepatnya di Kawasan Industri Cimanggung Sumedang, Jawa Barat, depan PT Kewalram,  Senin (24/01/2022) selepas magrib, sekitar pukul 18.30.

Mobil Ayla yang jadi korban tabrakan beruntun
di Jalan Bandung-Garut, Senin (24/01/2022)

Asep Komarudin, salah seorang korban yang selamat, mengatakan kejadian yang dialaminya begitu cepat.  Kepada wartawan dia menuturkan, saat itu sebuah kendaraan Truk bernomor polisi D 8154 V yang meluncur dari arah Garut menuju Bandung tiba-tiba mengalami oleng melewati pembatas jalan, dan berpindah jalur jalan yang berlawanan arah.

Akibatnya, truk yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu menghantamp sebuah mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi D 1283 AGZ , dan sebuah mobil Pick Up Z 8625 DT. Selain itu truk juga menghantam dua sepeda motor, yakni Honda Honda Revo bernopol  Z 3378 BA, dan Sepeda Motor Honda Supra Fit yang hingga berita ini diturunkan belum teridentifikasi nopol nya, karena terjepit badan truk.

Kanit 1 Polsek Cimanggung Iptu Jumamonto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Dua orang korban yakni pengendara sepeda motor mengalamai luka berat di bagian kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit AMC Cileunyi. Sementara pengendara dan penumpang mobil mengalami luka ringan.

Selain itu, arus lalu lintas sempat tersendat saat petugas mengevakuasi para korban serta kendaraaan yang terlibat laka lantas tersebut. (*/gelagat.id)

Share:

EMBER CAT SELAMATKAN DEDE DARI LONGSORAN DI CISURAT WAD0, KAPOLRES SANTUNI KORBAN

GELAGAT.ID-Kapolres SUmedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto datang langsung menyantuni korban tanah longsor di Dusun Cukanggaleuh RT 04 RW 01 Desa Cisurat Kecamatan Wado, Minggu (23/1). 

Selain paket sembako, kapolres mengirimkan material bangunan seperti satu truk pasir, bata merah dan semen, untuk memperbaiki rumah korban.  Bantuna itu terima oleh kepala desa cisurat.

Kades Cisurat menerima bantuan Kapolres Sumedang
untuk korban longsor di wilayahnya, Minggu (23/1/2022) 

"Semoga bantuan yang telah di berikan tersebut  dapat meringankan beban masyarakat  dan segera mungkin rumah buat korban bisa dibangun kembali," ujar Kapolres.

Seperti diketahui peristiwa longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Wado, tepatnya di di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Sabtu, 22 Januari 2022.

Siti Nyoman, seorang ibu rumah tangga berusia 51 tahun, tewas tertimbun tanah material longsoran. Sementara putranya yang masih berusia 8 tahun, Dede Rayan Ardika, berhasil diselamatkan meskipun kini masih dalam kondisi kritis.

Saat kejadian, Siti sedang memandikan Dede yang hendak berangkat mengaji. Longsor tiba-tiba menimpa bagian belakang rumah, dan menimbun keduanya.

Warga sekitar langsung berusaha menggali timbunan tanah dengan ketebalan sekitar 1 meter dan berusaha mengevakuasi keduanya. Saat ditemukan, Siti Nyoman telah wafat, dengan posisi memeluk melindungi badan anaknya. Sementara Dede terlihat masih bernafas. Dia sempat tertahan dari longsoran oleh sebuah ember bekas cat.

"Iya Alhamdulillah anaknya selamat, meski luka berat. Saat ditemukan, posisi Dede dalam pelukan ibunya, tertahan ember bekas cat," ujar Tarwan, saksi mata di tempat kejadian. (*/gelagat.id/humas-polres-smd)

 

Share:

20 Januari 2022

MANUSIA-MANUSIA BERDAYA PRAKARSA

DALAM sebuah komunitas atau sekumpulan orang-orang,  pada ranah apapun, akan nampak sekali bedanya mana orang yang punya inisiatif dan mana yang tidak. Mereka yang memiliki daya inisiatif lebih menonjol dan pro-aktif dibanding yang lainnya. Ia bangun manakala orang lain masih bermimpi.

Terminologi kata "inisiatif" berasal dari kata latin "initiare" yang artinya “memulai”.  Dan bagi saya, inisiatif atau prakarsa adalah salah satu titik tolak mengembangkan aktivitas. Daya inisiatif akan melahirkan orang-orang yang pro-aktif.

Dan orang-orang pro-aktif selalu menunjukkan kesediaan untuk menerima tanggung jawab tertentu. Lalu, ia menyadari bahwa dirinya ikut bertanggung jawab dan kemudian melakukan langkah-langkah yang terukur, terarah, sesuai perannya untuk menuntaskan tanggungjawab itu.

Ilustrasi

Sebaliknya, orang yang suka melempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam, sangat sulit sekali diharapkan memiliki atau mengambil inisiatif.

Ukuran manusia pro-aktif bukan lahir dengan sendirinya tanpa ada proses. Proses dimaksud adalah penyelaman dan pendalaman dirinya dengan berbagai atribut gerak manusia di sekelilingnya di mana suatu strata berbeda dengan strata lainnya.

Mereka yang yang penuh daya inisiatif adalah mereka yang terproses dalam implementasi pengalaman hidup, dan jauh lebih teruji oleh dinamika kehidupan. Dan manusia yang terproses tidak akan ogah-ogahan. Dalam berbuat, mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti istilah orang sunda: puraga tanpa kadenda, asal jadi, asal-asalan, tanpa dasar niat, target dan tanpa memaknai karyanya sebagai sesuatu yang bernilai.

Pada lini dan bidang apapun, jika sudah masuk pada suatu fungsi gerak atau sistem, terutama dalam ruang organisasi, menuntut adanya keterlibatan, pelibatan diri dan memainkan sejumlah peran sesuai dengan kapasitas bakat, potensi dan keahlian. Tetapi bukan sama sekali didasarkan pada asumsi bahwa kita paling hebat dan serba bisa. Tetapi lebih karena memang kita mau menerima tanggung jawab itu.

Sebab masa depan suatu tatanan – masyarakat atau organisasi – merupakan urusan seluruh stakeholdernya, kepentingan seluruh komponennya, dan karena itu menjadi tanggung jawab semuanya. Bukan urusan dan tanggung jawab seorang pemimpin saja.

Dalam sebuah komunitas, organiasasi, atau lembaga apapun yang penuh daya inisiatif, akan ada pemimpin yang mau mengayomi sampai hal-hal detil dan mendasar. Akan ada pengikut yang mampu kreatif mengemukakan ide-ide baru dan memprakarsai gagasan-gagasan cerdas.

Dan perlu disadari bawah proses inovasi selalu dimulai dari ide. Jadi, dalam kerangka membangun suatu dasar pembangunan daerah, aset utama yang paling berharga adalah ide-ide atau pikiran-pikiran yang bebas, tetapi terukur oleh keterbukaan dan standar akuntabilitas publik.

Dan Kabupaten Sumedang membutuhkan orang-orang yang penuh daya inisiatif dan gerak yang pro-aktif. Memiliki ghirah, semangat, energi untuk berkolaborasi, berinovasi, serta bertransformasi: "ngigelan jeung ngigelkeun zaman". Sebabb, terlalu riskan menjalani percepatan teknologi dan akses informasi ke depan dengan pola-pola kuno dan konservatif. (*)

Kurniawan Abdurahman / Warga Kabupaten Sumedang

 

Share:

AGUS MUSLIM DAFTARKAN 36 PEGAWAI NON-ASN DISKOMINFOSANDITIK SUMEDANG JADI PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN

GELAGAT.ID-Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Sumedang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja aparaturnya.

Kepala Diskominfosanditik Sumedang Drs. Agus Muslim mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan untuk itu adalah memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pegawai Non-ASN yang bekerja di dinas yang berkantor di Jalan Angkrek tersebut.

Kadiskominfosanditik Sumedang Agus Muslim
Sumber Foto: Akun Medsos Diskominfosanditik Sumedang

"Kita niatkan bahwa kerja itu adalah ibadah. Dan Kinerja yang baik hanya bisa muncul jika para pekerja dalam hal ini para pegawai Non-ASN merasa aman atas kebutuhan sehari-hari, salah satunya jaminan sosial bagi mereka," tandas Agus Muslim.

Dalam rangka itu, lanjut Agus, telah dilakukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Diskominfosanditik dan BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Kadiskominfosanditik Agus Muslim dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Command Centre IPP Sumedang, Rabu (19/1/2022)

"Jaminan sosial ketenagakerjaan ini, sengaja diberikan rangka memberikan rasa aman, nyaman, serta perlindungan sosial bagi pegawai non ASN, sebagaimana diamanatkan Inpres No 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," tegas Agus. (*/gelagat.id/diskominfosanditik-smd)

 

Share: